Rambut Gimbal dan Kulit Merah suku himba kaokoland afrika

Rambut Gimbal dan Kulit Merah suku himba kaokoland afrika –   Rambut gimbal dan kulit merah menjadi standar kecantikan wanita Suku Himba di Kaokoland Namibia, Afrika. Bagaimanakah asal usulnya? Menjelang masa puber atau kedewasaan, para remaja wanita Suku Himba mulai menghiasi rambut mereka dengan pemasangan rambut extension (sambung). Rambut Extension ini terbuat dari kulit sapi, kambing, jerami dan bulu mantan eh bulu kambing deng. Kesemua bahan tersebut akan disamak jadi satu dan proses pembuatannnya akan memakan waktu seharian.

Setelah itu para wanita akan memakainya sebagai simbol status dan kebanggaan mereka. Rambut extension ini akan ditata berbeda sesuai dengan usia dan status mereka. Jadi setiap laki-laki dari suku tersebut bisa tahu ohhh ini cewek suku himba usianya sudah berapa, masih perawan kinyis-kinyis, sudah menikah atau sudah janda sekalipun.

Warna merah tak hanya menjadi simbol kecantikan saja tapi sudah menjadi standar kecantikan yang wajib dilakoni para wanitanya agar dilirik oleh pria-pria suku Himba. Ya kalau ada wanita sampai tidak menikah bisa menjadi persoalan besar di suku himba, keluarga si wanita wajib membayar denda adat berupa ternak yang jumlahnya tidak sedikit dan bisa bikin bokek mendadak.Ya wanita suku himba jarang sekali mandi, bisa berbulan-bulan hanya ketika hujan turun saja mereka mandi (terpaksa). Luluran tanah merah inilah sebagai penggantinya, sedangkan kaum lelakinya masih suka mandi meskipun seminggu hanya sekali atau 2 kali saja.

Untuk Kaum Laki-laki Suku Himba Model Rambutnya Simpel, Kaya Tanduk Doang

BACA JUGA: Tradisi Kejam Terhadap Wanita Suku Pedalaman